KENTUT DI MOBIL BER AC

Friday, March 7, 2008 | Labels: | 0 comments |

Waduh, hari itu benar-benar memalukan bagi Aldi. Pria ganteng ini dibikin malu ulah dirinya sendiri. Kentut yang ditahannya sedari tadi akhirnya berbunyi juga. Tut, tut, tuuuut….Ternyata tidak hanya berbunyi, kentut Aldi juga bau.! Gedubrak…Aldi malu bukan kepalang. Teman-temannya se mobil pada ngoceh kelakuan Aldi. “Aduh Di….kentutmu bau sekali!” ujar Anto sekilat membuka lebar-lebar jendela mobil yang diikuti teman lainnya yang berada di dekat jendela.

Ceritanya, Aldi dan teman-temannya baru saja pulang jalan-jalan dari Bukittinggi. Selama menikmati perjalanan dari pagi, mereka tak henti-hentinya makan. Jagung, pisang rebus, pansit, dan cemilan lainnya masuk ke perut mereka. Akibat tidak makan nasi, perut Aldi kembung. Makanan yang banyak tetapi tidak mengenyangkan membuatnya sakit perut dan kembung serta berhasrat ingin buang angin. Tidak tertahan, akhirnya angina itu keluar juga.

Malunya Aldi semakin bertambah, lantaran cewek yang ditaksirnya juga ada di mobil itu. Sambil celutuk dengan raut muka malu dan merah, ia berkata.”Waduh..bisa batal nih perjodohan,” ulasnya lembut tetapi di dengar Anton. Mendengar hal itu, Anto terpingkal-pingkal sambil dipelototi teman-temannya yang bingung mendengar tawa keras Anto…(mahardikawati)

Sumber dari sini

SUKSES MENGELOLA WARUNG PADANG

| Labels: | 0 comments |

Panduan Sukses Mendirikan dan Mengelola Rumah Makan Padang
Penulis: Chairina R, Genta P., dan Lastya A.
Jumlah halaman: vi+102 hlm
Ukuran: 17,5 X 24 Cm
Tahun terbit: 2008
Penerbit: Transmedia Pustaka
ISBN: 979-799-056-7


Di semua kota besar ataupun kecil di Indonesia, dengan mudah rumah makan padang bisa kita temui. Maka tak heran jika ada pepatah ini, "Di mana bumi di pijak, di sana ada rumah makan padang."

Bisnis rumah makan padang memang banyak didominasi oleh orang asli Padang. Tak heran, selain dikenal ahli berdagang, orang Padang memiliki tradisi merantau yang kuat. Nah, sembari merantau, orang Padang mencari rizki dari berdagang, tak terkecuali bisnis warung makan. Namun, saat ini bisnis warung makanan Padang tidak melulu didominasi orang asli Padang.

Seperti halnya warteg yang banyak penggemarnya, makanan Padang pun banyak diminati. Tengoklah menjelang pukul 12 siang, para pekerja kantoran berjubel memenuhi warung-warung makan Padang. Tak hanya siang, saat jam makan malam pun ramai.

Kekhasan dari bumbu rendang dan kuah santan yang membuat lahap saat makan adalah salah satu daya tarik dari masakan Padang. Tak hanya soal pedas dan kemantapan dari sambal Padang, beragam jenis masakan pun dengan gampang bisa kita dapatkan. Ayam pop, ayam bakar, ayam goreng, kikil, paru, lele, cumi, ikan emas, dan banyak lagi, terlihat bertumpuk di balik etalase rumah makan padang. Inilah salah satu jurus untuk mengundang orang berselera makan: memajang makanan.

Sebenarnya apa saja rahasia dibalik kesuksesan dari bisnis rumah makan padang?
Pertama adalah soal konsisten dan fokus menjalani bisnis ini. Tengoklah rumah makan Awak Juo yang telah berdiri selama 30 tahun di Jalan Ciputat. Dari modal awal sepuluh juta, rumah makan tersebut saat ini telah memiliki lima cabang yang tersebar di Jakarta Pusat. Dengan jeli memilih tempat, mengutamakan rasa makanan, tempat harus bersih, dan mempekerjakan juru masak yang andal dan pengalaman adalah saran yang diberikan pemilik Rumah Makan Awak Juo.

Kedua, penentuan lokasi yang tepat. Kejelian memilih tempat bisa diukur dengan kedekatan dengan perkantoran, kampus, pertokoan, rumah sakit, hotel, dan lainnya. Rahasia lainnya adalah soal rasa dan kekuatan pada bumbu. Nah, beberapa sarat membangun kesuksesan bisnis rumah makan selengkapnya bisa Anda simak dalam buku Panduan Sukses Mendirikan dan Mengelola Rumah Makan Padang. Buku ini disusun oleh Chairina R., Genta P, dan Lastya A dan diterbitkan oleh TransMedia Pustaka. Simak pula beberapa profil rumah makan dari kelas menengah hingga kelas wahid seperti Rumah Makan Natrabu yang menjadi langganan Istana Negara untuk menjamu presiden.

Selamat melirik peluang bisnis rumah makan padang!
Sumber dari sini

KIAT SUKSES MENGELOLA USAHA WARUNG MAKAN

| Labels: | 2 comments |

Judul : Sukses Mengelola Usaha Warung Makan
Penulis : Endah H., Lucia P., Syari P.
Tebal : x + 246 halaman
ISBN : 979-799-051-6
Penerbit : TransMedia Pustaka
Harga : Rp 37.000

Pemicu terbesar merebaknya bisnis makanan di Indonesia tak lain adalah krisis moneter dan ekonomi yang melanda di tahun 1997. Banyak perusahaan ambruk hingga berefek banyak karyawan menjadi korban PHK. Untuk orang-orang hobi memasak ataupun yang nekat mau menggeluti usaha warung makan, pilihan ini menjadi alternatif yang menjanjikan. Tak jarang yang sukses dan meraih rezeki dari peluang bisnis makanan ini.

Angin baru dari tren wisata kuliner pun membawa bisnis makanan kian bergairah. Bisa dikatakan bisnis ini memang tak pernah mati. Alasan yang masuk nalar adalah makanan selalu diburu orang di manapun. Ya, siapa bisa menunda untuk urusan makan, jika perut sudah lapar.

Maka, makanan sebagai kebutuhan dasar manusia menjadi alasan mendasar untuk pengembangan bisinis jenis ini. Pendeknya, di mana ada banyak orang, maka warung-warung makanan pun menjamur.

Mulyana, misalnya, yang akrab di panggil Nana. Nana lebih memilih beralih usaha dari tukang jahit untuk mencoba usaha warung makan di Jalan Kober, Margonda, Depok. Di daerah ini terdapat banyak indekost. Maka, Nana yakin dengan usaha ini. Pada dua bulan pertama warungnya tergolong sepi. Namun pada bulan-bulan berikutnya menu sop iga, tuna asam manis, dan ayam goreng banyak dipesan dan dilirik orang.

Nana membuka warung sejak 2003, bermodal 3,5 juta untuk membeli perabotan warung. Lewat kesabarannya dalam berusaha dan pandai meraba situasi, warung bernama Widya ini kian ramai.

Masih di kawasan Margonda, di sana terdapat rumah makan Bu Yanti. Rumah makan yang memiliki 42 karyawan ini, menyajikan pecel, ayam, lele, bebek, es kelapa muda bakar, dan lainnya. Menu andalan kelapa muda bakar dipercaya memiliki khasiat menghilangkan masuk angin, pegal-pegal, mengobati diabetes, menambah gairah seksual, dan menyuburkan kandungan.

Menu ini seharga Rp 6000 dan Rp 7000 jika dicampur susu gingseng. Rumah makan Bu Yanti, memiliki pelanggan yang kebanyakan mahasiswa. Tak ada rahasia khusus dari kesuksesan rumah makan ini, selain mengutamakan masakan rumahan, gaya prasmanan, dan harga yang terjangkau.

Dua penggal kisah pendek di atas disarikan dari buku Sukses Mengelola Usaha Warung Makan. Kiranya ada 51 profil usaha tempat makan tersebar di Jakarta, Bogor, Depok , dan Bekasi terdokumentasikan. Buku ini mencoba menularkan tip dan trik seputar peluang bisnis di dunia makanan, seperti cara memilih jenis usaha warung makanan yang paling diminati, menerapkan strategi, manajemen usaha, dan mengorek rahasia sukses usaha warung makan.

Dalam buku setebal 245 halaman ini diuraikan secara detail berbagai jenis usaha makanan dari mie, sate, bakso, soto, sop iga, ikan bakar, ayam penyet hingga apple pie, roti unyil, asinan, makanan Jepang, masakan Thailand, dan lainnya.

Yang menarik dari buku yang disusun Endah H., Lucia P., dan Syari P. memberikan deskripsi analisis bisnis serta melihat dari sisi produksi, pemasaran, dan promosi. Beragam cerita sukses dibeberkan dalam buku yang diterbitkan TransMedia ini. Buku Sukses Mengelola Usaha Warung Makan mencoba menggugah Anda untuk mencoba peluang bisnis makanan.
Sumber dari sini

TES URINE

Saturday, February 9, 2008 | | 0 comments |

Seorang Ibu menangis di Klinik Prodia Menteng,seorang bapak datang dan bertanya kenapa menagis.
Bapak:kenapa Ibu menangis...?.
Roch :saya mau tes darah,saya takut sekali.
Bapak:kenapa...?.
Roch :mereka akan memotong jari saya,baru diambil contoh darahnya.
Bapak:hhhuuuuuuaaaaaaaaaaa.....10x.(menangis keras keras).
Roch :kenapa Pak.....?.
Bapak:saya kesini mau tes urine.........

Taburan Cahaya Kembang Api Sambut Imlek 2559

Wednesday, February 6, 2008 | Labels: | 0 comments |

Kamis, 7 Februari 2008 | 00:27 WIB

KOMPAS ONLINE PANGKALPINANG, KAMIS-Taburan aneka cahaya kembang api menghiasi langit biru di berbagai sudut Kota Pangkalpinang, sementara barisan lampion merah dan cahaya lilin menghiasi rumah-rumah warga Tionghoa menyambut datangnya malam Tahun Baru Imlek 2559, Rabu (6/2) malam. Suara letusan kembang api terus bersahut-sahutan sejak pukul 19.00 WIB tanpa henti di hampir semua sudut kota berpenduduk sekitar 150 ribu jiwa itu. Di kawasan yang memiliki populasi warga Tionghoa yang padat seperti di Kecamatan Bukit Intan, suara letusan kembang api terus menggema di udara.

Puncak letusan kembang api berlangsung tengah malam saat pergantian tahun terutama di Kelenteng Kwan Tie Meau yang berlokasi di kawasan Pasar Pembangunan Pangkalpinang. Pengurus kelenteng menggelar pesta kembang api pukul 00.00 WIB menandai datangnya Tahun Baru Imlek 2559.

Sebelum malam pergantian tahun tiba, ratusan warga Tionghoa memadati kelenteng terbesar di Pangkalpinang itu menyaksikan secara antusias tarian barongsai. Kegiatan Imlek di kelenteng Kwan Tie Meau dijaga ketat puluhan aparat keamanan dari kepolisian setempat. Beberapa unit mobil yang mengangkut anggota kepolisian juga terus hilir mudik mengelilingi jalan-jalan di Pangkalpinang guna memantau situasi keamanan menjelang malam Imlek tiba.

Selain bertabur cahaya kembang api, rumah-rumah warga Tionghoa dihiasi barisan lilin dan lampion. Cahaya lampion bertabur harumnya dupa terutama terjadi di wihara Maitreya, Bukit Intan yang merupakan tempat persembahyangan umat Budha terbesar di Pangkalpinang.

Sejumlah warga juga menyambut datangnya malam Imlek dengan menggelar orgen tunggal seperti yang dilakukan warga Kampung Bintang.Lapangan Merdeka yang berlokasi di pusat kota juga menjadi pusat keramaian menanti detik-detik datangnya Tahun Baru Imlek.